Friday, December 7, 2007

10 ribu membuat kita bersyukur

10 Ribu Rupiah Membuat Anda Mengerti Cara Bersyukur
Oleh : Bobby Herwibowo
Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapikebanyakan manusia tidak bersyukur. QS. Al Baqarah : 243Menjelang Ramadhan tahun ini ada seorang sahabat menuturkan kisahnya.Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinyaberbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan.Usai mereka membayar semua barang belanjaan.
Tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan. Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepadaistri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembaruang kertas berjumlah 1000 rupiah.Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala ia tahu jumlahnya danternyata itu tidak mencukup kebutuhannya, ia kemudian menguncupkanjari-jarinya dan ia arahkan kearah mulutnya, kemudian ia memegangkepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncupitu ke arah mulutnya. Seolah ia berkata dengan bahasa isyarat, "Akudan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kamitambahan sedekah untuk bisa membeli makanan."Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalasisyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, akutidak akan menambahkan sedekah untukmu!"Ironisnya meski ia tidak menambahkan sedekahnya malah istri danputrinya Budiman menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membelicemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang adalah tanggal dimanaia menerima gajian dari perusahaannya, karenanya Budiman inginmengecek saldo rekeningnya.Ia sudah berada di depan ATM. Ia masukkan kartu ke dalam mesintersebut. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudianmuncullah beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkansenyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalamrekening.Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM.Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya.Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai10 ribu yang ia tarik dari dompet. Kemudian uang itu ia lipat menjadikecil dan ia berniat untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadimeminta tambahan sedekah.Budiman memberikan uang itu. Lalu saat sang wanita melihat nilai uangyang ia terima betapa girangnya dia. Ia berucap syukur kepada Allahdan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuhkesungguhan:"Alhamdulillah. .. Alhamdulillah. .. Alhamdulillah. .. Terima kasih tuan!Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga.Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dankeluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah.Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semogatuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti disurga...!"Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitumengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucapterima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadisungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekalilagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik,Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!"Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanyawanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinyabisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian merekaberdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warungtegal untuk makan di sana .Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri danputrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kinimulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?"Istrinya bertanya. Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan:"Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 riburupiah!"Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman menyatakanbahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis, namunBudiman melanjutkan kalimatnya:"Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya,ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidakitu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluargakita. Panjaaaang sekali ia berdoa!Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudahsedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATMsaat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkinratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihatsaldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupabersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah. Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitubersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalaumemang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah,apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa,ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namunsedikitpun aku tak berucap hamdalah."Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata danbeberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemassetelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba.Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang suka lalai atas segalanikmat-Mu!